Kamis, 13 Oktober 2011

contoh laporan observasi sumber daya manusia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Observasi
d. Metode Observasi
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP












BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Krisis ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini membawa dampak sangat sangat besar pada dunia bisnis Indonesia. Maraknya krisis pemutusan hubungan kerja baik secara sukarela atau sepihak menunjukkan bahwa SDM (sumber daya manusia) masih dianggap sebagai salah satu faktor produksi dan bukan sebagai aset perusahaan yang berarti mitra kerja perusahaan.
Setiap organisasi perusahaan beroperasi dengan menggunakan seluruh sumber dayanya untuk dapat menghasilkan produk baik barang/jasa yang bisa dipasarkan. Dalam hal ini pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan meliputi sumber daya finansial, fisik, SDM, dan kemampuan teknologis dan sistem (Simamora, 1995). Karena sumber-sumber yang dimiliki perusahaan bersifat terbatas sehingga perusahaan dituntut mampu memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaannya untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Dari berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan SDM menempati posisi strategis diantara sumber daya lainnya. Tanpa SDM, sumber daya yang lain tidak bisa dimanfaatkan apalagi dikelola untuk menghasilkan suatu produk. Tetapi dalam kenyataanya masih banyak perusahaan tidak menyadari pentingnya SDM bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Masih banyak perusahaan yang menganggap SDM adalah aset organisasi yang paling penting, karena SDM yang menggerakkan dan membuat sumber daya lainnya bekerja.
Fungsi PSDM merupakan salah satu fungsi perusahaan yang penting, di samping fungsi perusahaan lain seperti pemasaran, produksi, dan keuangan. Saat ini semakin disadari bahwa SDM merupakan hal penting dan menjadi sumber keunggulan bersaing bagi organisasi.
Perubahan lingkungan bisnis telah membawa dampak yang tidak sedikit bagi perusahaan. SDM pun mengalami perubahan dari suatu yang bersifat parsial ke arah yang lebih terintegrasi dan bersifat strategik. Departemen personalia (SDM) akan diarahkan untuk memainkan peran yang lebih penting dalam tim manajemen. Hal ini disebabkan adanya perubahan lingkungan yang akan menghadapkan organisasi pada isu pegawai (people issue) yang memiliki sifat-sifat penting dan ketidakpastian yang besar (Schuller, 1990).
Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas secara khusus bagaimana mengelola SDM sehingga bisa menjadi sumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam pelaksanaan observasi ini yaitu:
1. Bagaimana sejarah berdirinya tahubaxo ibu pudji?
2. Dimana Lokasi penjualan dan pabrik tahubaxo ibu pudji?
3. Apa saja fasilitas yang disediakan oleh perusahaan?
4. Bagaimana struktur jabatan dalam perusahaan tersebut?
5. Bagaimana manajemen perusahaan dalam mengelola usaha agar menjadi lebih berkembang?
C. Tujuan Observasi
Pelaksanaan observasi ini memiliki tujuan yaitu:
1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya tahubaxo ibu pudji
2. Mengetahui lokasi penjualan serta pabrik tahubaxo ibu pudji.
3. Mengetahui fasilitas yang disediakan oleh tahubaxo ibu pudji.
4. Mengetahui manajemen perusahaan dalam mengelola usaha agar menjadi lebih berkembang.


D. Metode Penelitian
Dalam melaksanakan observasi ini, kami menggunakan metode dengan melakukan wawancara langsung ke tempat perusahaan. Untuk memberikan data yang lebih akurat kami juga telah melakukan rekaman pada proses wawancara.
Dalam pelaksanaan observasi kami datang langsung pada pabrik pembuatan tahu baxo dimana kami melihat tata cara dalam pengisian sampai tahu baxo tersebut matang. Kami juga melakukan pengabadian dengan melakukan pemotretan pada proses pembuatan tahu baxo.


















BAB II
PEMBAHASAN

Dari hasil survey lapangan kami di TAHUBAXO Ibu Pudji Ungaran, kami mendapatkan beberapa informasi. Adapun alasan kami memilih tempat tersebut karena di TAHUBAXO IbuPudji telah memenuhi syara tuntuk dijadikan objek tugas observasi kami. Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas detail mengenai Perkembangan Sumber Daya Manusia di tempat observasi yang kami datangi.
A. Gambaran Umum Lokasi Observasi
1. Sejarah Berdirinya TAHUBAXO Ibu Pudji
TAHUBAXO merupakan salah satu makanan khas kota Semarang. Pada umumnya, kota Semarang terkenal dengan berbagai makanan khas, diantaranya Lumpia, Bandeng Presto, dan Wingko Babat. Selain itu, TAHUBAXO juga merupakan makanan khas yang digemari oleh banyak orang karena cita rasanya yang khas dan enak.
TAHUBAXO Ibu Pudji didirikan pertama kali pada tahun 1995 oleh Ibu Sri Lestari dan Bapak Pudjiyanto. Pada mulanya, sebelum Ibu Sri Lestari dan Bapak Pudjiyanto mendirikan TAHUBAXO, beliau sudahpernah berjualan bakso, mie ayam, mie kopyok, dan lain sebagainya. Akan tetapi, penjualan beliau dirasa kurang memuaskan. Sehingga beliau berinisiatif untuk membuat suatu hal yang baru dengan berjualan TAHUBAXO.
Pertama kali, Ibu Sri Lestari dan Bapak Pudjiyanto berjualan TAHUBAXO di perempatan Gang Kepodang dengan menggunakan gerobak. Penjualan TAHUBAXO tersebut tentunya tak langsung berjalan lancar, ada kalanya mengalami peningkatan dan penurunan penjualan. Bahkan, pada saat tersebarnya isu jika di dalam baxo terkandung formalin, omset TAHUBAXO Ibu Pudji mengalami penurunan.Akan tetapi, beliau tetap bertekad untuk tetap mengembangkan usahanya hingga dapat bertahan dan berkembang sampai saat ini.
Usaha TAHUBAXO Ibu Pudji tetap dapat bertahan dan berkembang karena acanya cita rasa yang khas dan unik yang berbeda dengan TAHUBAXO yang lainnya. Selain itu, TAHUBAXO Ibu Pudji juga menggunakan bahan – bahan yang alami sehingga tetap terjaga kualitasnya. Pada mulanya, beliau menjual TAHUBAXO dengan jumlah 100 – 200 biji per harinya dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp 200,00. Seiring dengan perkembangan zaman, harga tersebut menanjak naik dengan bertahap, yaitu dari Rp 200,00, menjadi Rp 250,00, Rp 500,00 dan hingga saat ini harga TAHUBAXO menanjak naik menjadi Rp 1.800 per bijinya. Meskipun harga menanjak naik, tetapi para pembeli tetap gemar untuk membeli TAHUBAXO tersebut karena kualitas rasa yang dimilikinya enak. Bahkan, saat ini TAHUBAXO Ibu Pudji telah merambah kemana – mana hingga penjualannya pun meningkat. Dari awal mulanya penjualan berkisar 100 – 200 biji per hari, kini penjualan meningkat menjadi 10.000 biji per harinya.
Di samping itu, kini TAHUBAXO Ibu Pudji telah banyak dikenal oleh banyak khalayak. Tak jarang, orang – orang berdatangan untuk mengantre guna membeli makanan khas yang penuh cita rasa ini. Pada saat ini, TAHUBAXO Ibu Pudji telah dilimpahkan kepada Bapak Didik Trimurdodo yang merupakan putera ketiga dari Ibu Sri Lestari dan Bapak Pudjiyanto untuk mengelola dan mengembangkan usahanya tersebut. Kini, Bapak Didik Trimurdodo telah menjabat sebagai manajer selama 2 tahun. Namun, sebelumnya Bapak Didik Trimurdodo juga pernah menjadi karyawan di perusahaan tersebut mulai dari bagian penggiling daging, marketing,sampai berjualan TAHUBAXO.




2. Lokasi Observasi, Fasilitas
a. Lokasi Observasi
Adapun lokasi dari TAHUBAXO Ibu Pudji terletak di Jalan Kutilang Baru RT 5 RW 1, Puncen, Ungaran. Lokasi ini cukup strategis dengan jalan raya sehingga keadaan di sekitar cukup ramai dan mudah diakses serta dijangkau para khalayak. Hal ini memungkinkan banyak orang lalu lalang untuk melintasi daerah tersebut sehingga mudah untuk dikenali orang dan menarik peminat pula untuk berkunjung ke TAHUBAXO Ibu Pudji.
Di samping itu, lokasi TAHUBAXO Ibu Pudji tidak hanya terletak pada satu tempat saja. Akan tetapi, TAHUBAXO Ibu Pudji juga memiliki cabang yang terletak di Jl. Semarang – Bawen km 4 Langen Sari yang telah berdiri sejak bulan November 2009 dan di Jl. LetjenSoepraptoNo. 24 Ungaran - Semarang.

b. Struktur Organisasi
Dalam memanajemen perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji diadakan adanya struktur organisasi. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan para pekerja dan orang – orang yang tergabung didalamnya untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Adapun struktur organisasi perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji adalah sebagai berikut :









c. Fasilitas
Dalam menunjang kelengkapan dan kebutuhan dari para karyawan dan orang – orang yang tergabung didalamnya, perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji menyediakan beberapa fasilitas, yaitu mushola, ruang makan, kamarkecil, dll. Hal ini diberikan supaya para karyawan tetapmendapatkanhakdankewajibannya.

B. Manajemen Perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji dalam Mengembangkan Usahanya
Manajemendapatdidefinisikansebagaibekerjadengan orang-orang untukmenentukan, menginterprestasikandanmencapaitujuan-tujuanorganisasidenganpelaksanaanfungsi-fungsiperencanaan(planning),pelatihan dan pendidikan, managerial / pengelolaan yang meliputi :pengorganisasian(organizing),penggerakan(actuating), danpengawasan(controling).Adapun manajemendari perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji dalammengembangkan usahanya dapatdijabarkansebagaiberikut :
1. PERENCANAAN( PLANNING )
Dalamperencanaanpengembangan usaha dari perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji memilikibeberapa tahapan, yaitu :
a. Perencanaanstrukturorganisasi
Perencanaanstrukturorganisasi (dalamperencanaanstrukturorganisasiperusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji menitikberatkanpadaperencanaanpenempatankaryawan kedalamtimkerjasesuaidengankemampuankaryawan). Hal inidimaksudkansupayapara karyawandapatbekerjasecaramaksimaldengancaramemaksimalkankemampuan yang dimilikinya.

b. Perencanaankeuangan
Perencanaan keuangan meliputi perencanaan keuanganbaikpemasukanmaupunpengeluaran. Hal inidimaksudkan agar setiapanggaran yang didapatdandikeluarkandapatterkontrolatausesuai yang diharapkan. Selain itu, dalam perencanaan keuangan drencanakan pula mengenai gaji ataupun tunjangan untuk para karyawan.
Gaji merupakan imbalan berupa uang yang diterima para karyawan dari perusahaan yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan-tunjangan lain. Besarnya gaji disesuaikan pada tingkat kemampuan kinerja para karyawan. Kenaikan gaji dilakukan tiap 6 bulan sekali. Selain itu, tentu saja ada gaji lembur perhitungannya disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Gaji tidak dibayar apabila para karyawan tidak melakukan pekerjaan. Untuk pemberian gaji dilakukan setiap sebulan sekali.
Di sisi lain, terdapat pula tunjangan – tunjangan yang diberikan untuk para karyawan. Tunjangan – tunjangan tersebut berupa
1) Tunjangan jaminan kesehatan,
2) Tunjangan Hari Raya (THR),
3) Tunjangan pendidikan anak yang diberikan setiap 6 bulan sekali / pada pertengahan tahun. Tunjangan ini berdasarkan pada faktor anak dan tidak dibatasi berapa jumlah anak tersebut selama anak tersebut berstatus belum menikah.
4) Rekreasi tiap tahun sekali.

c. Perencanaanmenyusun jadwal kerja karyawan
Dalam mengelola dan mengembangkan usahanya, TAHUBAXO Ibu Pudji menggunakan sistem kerja sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Adapun dalam penjadwalan kerjanya dibuat menjadi 2 ship, yaitu :
 Ship pertama yaitu jam 07.00 – 15.00
 Ship kedua yaitu jam 12.00 – 20.00
Sedangkan jeda antar tiap ship yaitu berkisar 8 jam. Di mana perusahaan tersebut dibuka setiap harinya sehingga hari minggu tetap dibuka. Akan tetapi, untuk hari – hari tertentu yang bertanggal merah biasanya digunakan waktu tersebut untuk lembur.

d. Perencanaan Rekruitmen Karyawan
Perencanan rekruitmen karyawan merupakan kegiatan penerimaan karyawan baru apabila dibutuhkan karyawan baru. Dalam rekruitmen karyawan terdapat beberapa persyaratan yang dijadikan sebagai pedoman atau tolok ukur untuk dapat mengikuti dan mencalonkan diri sebagai karyawan baru di perusahaan tersebut. Adapun syarat – syarat untuk dapat mengikuti rekruitmen karyawan TAHUBAXO Ibu Pudji, yaitu :
1) Mengajukan surat lamaran.
2) Mencantumkan STTB / ijazah pelamar.
3) Mengikuti proses dan prosedur seleksi yang telah ditentukan, dalam hal ini prosesnya yaitu mengikuti tes tertulis terlebih dahulu yang dilaksanakan di tempat perusahaan tersebut.
4) Melakukan tes wawancara apabila telah lolos dari tes tertulis.
5) Mengikuti magang yang dilaksanakan selama 2 minggu.
6) Mengikuti masa percobaan (training) selama 3 bulan.
Adapun adanya pengumuman perekrutan karyawan tersebut ditempel pada dinding di depan perusahaan. Pada umumnya, para karyawan TAHUBAXO Ibu Pudji merupakan lulusan dari SMA. Akan tetapi, terdapat pula yang berasal dari lulusan SD, SMP. Hal ini dapat terjadi karena karyawan dari perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang telah kompeten di bidangnya sehingga tidak terlalu memandang lulusan apa tetapi lebih menitikberatkan pada kemampuan yang dimiliki masing – masing.

2. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Pendidikan dan pelatihan merupakan hal yang penting dan perlu diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kinerja dari para karyawan. Adapun bentuk dari pendidikan dan pelatihan untuk para karyawan berupa pemberian motivasi, pelatihan TRASCO, pelatihan AMT. Pemberian motivasi untuk karyawan tersebut dilakukan secara harian. Hal ini dilakukan agar para karyawan untuk giat dan selalu termotivasi dalam bekerja dan meningkatkan kinerjanya.

3. MANAGERIAL ATAU PENGELOLAAN
a. PENGORGANISASIAN( ORGANIZING )
Dalam penyusunan stuktur organisasi, perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji menyusunstrukturorganisasiataukepanitiaan dalam mengembangkan usahanya. Adapun pada struktur organisasi tersebut dibagi atas beberapa tugas di mana pada setiap pembagian tugas tersebut didasarkan pada kemampuan yang dimilikioleh masing – masing karyawan. Berikut merupakan pembagian tim kerja untuk manajemen pengembangan usaha TAHUBAXO Ibu Pudji, yaitu :
1). Manajer
Dalam pembagian tugas ini, seorang manajer perusahaan bertugas untuk bertanggung jawab terhadap bawahan yang dipimpinnya, mengkoordinasikan kinerja para karyawan, dan membantu menyelesaikan masalah – masalah yang mungkin timbul.
2). Supervisor
Tugaspokok yang diembanoleh Supervisor adalahmengaturdanmemonitorkegiatanproduksi.Hal inidilakukansupayadalamkegiatanproduksitetapberjalanlancar.
3). Karyawan
Dalam perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji terdapat beberapa karyawan. Sebagaimana diketahui bahwa perusahaan tersebut membuka pada 2 cabang sehingga jumlah karyawan antara cabang satu dengan cabang yang kedua terdapat perbedaan. Hal ini terjadi karena untuk mencukupi kebutuhan dan tenaga yang dibutuhkan pada setiap cabang tersebut. Pada cabang pertama Perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji yang terletak di Jl. Raya Semarang – Bawen Km.24 Babadan Telp. (024) 7033 1711 Ungaran – Semarang terdapat 20 orang karyawan. Sedangkan pada cabang kedua Perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudji yang terletak di Jl. Let. Jen. Suprapto No.24 Telp. (024) 7691 4420 Ungaran – Semarang terdapat 14 orang. Selain itu, terdapat pula satpam untuk manjaga keamanan pada malam hari yaitu sebanyak 2 orang.
Pembagian kerja karyawan juga terdapat pada bagian produksi yang tersendiri. Di mana dalam pembagian kerja bagian produksi terbagi atas beberapa bagian, yaitu :
a). Bagian penggiling
Bagian penggiling ini bertugas untuk menggilingdaging yang akandijadikancampuranadonanbaxo.
b). Bagian pengisi
Pada bagian pengisi ini mempunyai tugas untuk mengisitahu yang sudahdirebusdenganadonanbaxo yang belummatang. Di mana pada bagian pengisi ini terdiri daribeberapakaryawan
c). Bagian perebus
Bagian perebus mempunyai tugas untuk merebus tahu yang sudah diisi dengan adonan baxo yang belum matang.Dalam proses perebusan, dalam satu box perebus mampu menampung 450 biji tahubaxo dalam sekali rebus.
d). Bagian packing
Bagian packing bertugas untuk mempacking tahubaxo yang sudah jadi dimasukkan ke dalam plastik dan kemudian dimasukkan ke dalam kardus yang telah tersedia untuk kemudian dipacking dan diantarkan pada tempat yang memesan tahbaxo tersebut.



b. PENGGERAKAN(ACTUATING )
Ketersediaan modal kerja (fasilitaskantor, fasilitas karyawan, alat transportasi, alat komunikasi) yang cukupdantelahmenjalinkerjasamadenganindustri -industrilain telahdiperoleh Perusahaan TAHUBAXO Ibu Pudjisehingga proses pengembangan usaha berjalandenganlancar. Selain itu, dalam pemasaran produksi juga berjalan dengan lancar. Adapun pemasaran produksi tersebut dilakukan dengan memasarkan produksi tersebut pada cabang– cabang perusahaan tersebut.

c. PENGAWASAN(CONTROLLING)
Dalam menjalankan tugasnya, para karyawan perusahaan dituntut untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam bekerja. apabila ada karyawan yang tidak disiplin, maka pihak perusahaan akan memberikan teguran terlebih dahulu. Adapun teguran tersebut diberikan secara lisan. Apabila teguran secara lisan tidak menghasilkan perubahan, maka akan diberikan teguran secara tertulis. Teguran tersebut berupa SP 1, SP 2, dan SP 3. Sebelum adanya SP 3, maka terlebih dahulu diberi sanksi teguran kemudian SP 1. Jika masih melakukan kesalahan lagi, maka akan dikenai SP 2 dan jika kesalahan tidak dapat ditolerir lagi, maka perusahaan akan memberikan SP 3. Jika SP 3 sudah tidak dapat ditolerir lagi, maka karyawan tersebut harus bersiap – siap untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thank yaws